Ntah kebetulan atau gimana, tiap 5 tahun sekali, di tahun yang sama, aku harus bayar pajak 5 tahun + perpanjang SIM. Ok lah, kali ini perpanjang SIM rutenya berubah, dan duitnya juga nambah. Langsung aja berangkat ke Satpas Singosari, kali ini ga perlu parkir luar seperti tahun-tahun lalu. Soalnya Tes kesehatan dan psikologi ada di dalam kantor, ga di luar seperti dulu.
Persiapan : Bawa aja KTP & SIM asli dan bolpen.
Langkah :
- Bawa dan fotocopy lah 5x KTP & SIM lama (bisa di dalam aja sih)
- Parkir motor di dalam kantor, setelah itu pergilah ke fotocopy an terdekat, beli map sesuai kebutuhan, kali ini perpanjang SIM C, nanti fotocopyan KTP & SIM itu diminta terus di steples di map. Jangan lupa isi identitas di cover map nya.
- Pergi lah ke gedung bertingkat sebelah arena tes motor, naik langsung ke lantai 2.
- Di situ, langsung menuju ke petugas tes psikologi (ya kali ini psikologi dulu baru tes mata).
- Ikuti arahan petugas, ikuti tes nya.
- Kalo udah selesai, berikan hasilnya ke petugas, kalo lolos, bayar 100 rb.
- Setelah itu, pindah ke sebelah untuk tes mata, kalo lolos, bayar 20 rb.
- Bawa semua syarat ke Loket di gedung seberang tes motor.
- Setelah di cek, diberikan formulir untuk diisi.
- Setelah di isi, berikan ke petugas, dan kita akan diberi nomer urut.
- Tunggu di ruang tunggu, setelah dipanggil petugas, bayarlah 75 rb untuk perpanjang SIM.
- Antri lagi untuk verifikasi data, setelah itu antri foto.
- Tunggu dipanggil untuk cetak SIM, selesai deh.
Uang yang keluar :
- Map : (tanpa fc) 8 rb
- Tes psikologi : 100 rb
- Tes mata : 20 rb
- Perpanjang SIM : 75 rb
- Total : 213 rb
Aku sempat kuatir pas di ruang tunggu, ada poster tentang BPJS, waduh kalo diminta BPJS kaya gosip-gosip tahun lalu gimana ini. Mana BPJS ku mokad lagi. Ogah ya kalo suruh bayar tunggakan, ga ada duit. Selamat, ternyata seperti gosip opsen di STNK kemaren, ternyata gosip BPJS engga muncul sampe aku cetak SIM baru.
[ a day to be remember: hari ini aku kena sambaran geledek. ini ga sekedar imajinasi, tapi di sore tadi, geledeknya ngeri sekali, dan malamnya aku dapat kabar yang rasanya kaya disambar geledek]
Comments
Post a Comment